Persyaratan Pengajuan IMB Sesuai Dengan PERMEN PU

0

Izin Mendirikan Bangunan atau biasa disingkat dengan IMB adalah perizinan atau persetujuan yang dikeluarkan oleh Kepala Daerah Setempat (bisa tingkat pemerintah Kabupaten, Kota, bahkan ibukota) yang hukumnya wajib dimiliki oleh pemilik bangunan yang ingin membangun, menambah atau mengurangi luas bangunan, merobohkan, maupun merenovasi bangunannya sesuai dengan persyaratan yang berlaku

Syarat Gambar Untuk Pengajuan Pengurusan IMB

Setiap orang harus mengajukan IMB untuk bangunan atau rumah  yang baru dibangun, direnovasi maupun bangunan lama yang belum memiliki izinnya. Jika tidak maka bisa saja bangunan nantinya beri sanksi denda atau bahkan yang paling parah bisa dirobohkan

Oleh karena itu, berikut saya sajikan syarat administratif dan syarat teknis untuk mengajukan IMB yang harus anda penuhi agar mendapatkan surat izinnya, yang saya rangkum dari PERMEN PU tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Izin Mendirikan Bangunan Gedung:

Persyaratan Administratif

Setiap orang yang akan mengajukan permohonan IMB pasti diharuskan untuk mengisi formulir PIMB yaitu permohonan izin mendirikan bangunan gedung. Formulir ini berisi data-data tentang status hak atas tanah dan status kepemilikan bangunan gedung

A. Status Hak Atas Tanah

Bangunan atau gedung yang akan anda ajukan harus memiliki status yang jelas atas tanah sebagai bukti bahwa anda memang benar-benar memiliki tanah tersebut. Persyaratan dokumen yang harus anda sediakan untuk bukti hak atas tanah anda tersebut antara lain:

1. Surat Bukti Status hak atas tanah dari PEMDA setempat bisa berupa:

  • Surat Kavling dari PEMDA
  • Sertifikat tanah yang diajukan
  • Fatwa atau rekomendasi  dari BPN (Badan Pertanahan Nasional)
  • Surat atau Akta jual beli yang sah serta surat pernyataan pemilik bahwa tanah tersebut tidak berada dalam status sengketa
  • Surat keputusan pemberian hak penggunaan atas tanah yang diajukan tersebut yang diperoleh dari pejabat berwenang dibidang pertanahan
  • Surat kohir verponding Indonesia, yang disertai dengan pernyataan pemilik sudah menempati selama lebih dari 10 tahun
  • Surat Bukti Kepemilikan tanah lainnya

2. Surat Perjanjian Penggunaan Tanah apabila pemilik gedung yang mengajukan bukanlah pemilik tanah tersebut

3. Kondisi atau data-data tanah seperti : Gambar Peta Lokasi, Batas-batas dan luasan tanah serta data bangunan gedung yang ada (existing) jika ada bangunan diatasnya

B. Status Kepemilikan Bangunan Gedung

Dokumen status kepemilikan ini adalah keterangan diri anda sebagai pemilik bangunan yang mengajukan IMB dan harus memiliki informasi minimal: Nama, Alamat, Tempat/tanggal lahir, Nomor Identitas (Fotocopy KTP serta identitas lainnya), Keterangan data bangunan dan keterangan mengenai perolehan bangunan.

3.  Dokumen atau surat-surat terkait

Dokumen terkait ini yaitu berupa surat-surat yang berhubungan dengan permohonan atas tanah tersebut, bisa berupa: Rekomendasi instansi, SIPPT dan Dokumen AMDAL

Persyaratan Teknis

Persyaratan teknis untuk pengajuan IMB ini minimal harus memiliki kelengkapan dokumen rencana teknis bangunan gedung yang digolongkan kedalam:

1. Rencana Teknis pada Bangunan Gedung pada Umumnya

2. Rencana Teknis pada Bangunan Gedung untuk Kepentingan Umum

3. Rencana Teknis pada Bangunan Gedung Fungsi Khusus

4. Rencana Teknis Bangunan pada Bangunan KEDUBES Negara Asing, dan Bangunan Diplomatik Lainnya yang diajukan

Itulah persyaratan pengajuan IMB jika kita mengacu pada Peraturan Mentri Pekerjaan Umum (PERMEN PU) tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Izin Mendirikan Bangunan Gedung.

Mungkin bisa saja PEMDA mengambil kebijakan lain sehingga syaratnya berbeda tapi secara umum pasti dokumen-dokumen persyaratan yang dibutuhkan mengacu pada peraturan ini.